Seperti Angin Di Rambutku
kala dunia masih ringan
saat itu, dunia belum menuntut apa-apa. tidak ada yang harus dikejar, tidak ada yang harus dimenangkan. hanya angin, tawa, dan langit yang berayun bersama langkah kecil yang belum tahu apa-apa soal kehilangan.
ia tertawa di udara, bukan karena bahagia yang sempurna, tapi karena ringan. ringan seperti hari-hari di mana satu-satunya beban adalah kapan waktu bermain akan habis.
dan ayunan itu, menjadi satu-satunya kendaraan ke langit mimpi. mungkin, inilah mengapa rindu tak pernah kehabisan alasan untuk datang — karena masa kecil tidak pernah benar-benar pergi.
ia hanya bersembunyi di antara rambut yang terurai dan angin yang tak sempat ditangkap.
berayun di waktu diam
aku pernah ringan seperti ini,
menggantung di tali waktu,
tak peduli ke mana angin akan membawa,
asal tawa tetap membuncah di dada.
tak ada arah, tak ada rencana,
hanya langit dan matahari di ujung pandang.
aku, gadis kecil yang tak tahu
bahwa nanti, waktu bisa begitu tajam.
kini, setiap hembus angin membawa nama,
setiap ayunan jadi pertanyaan:
“Masihkah aku bisa kembali
menjadi versi yang tak takut kehilangan?”

Komentar
Posting Komentar