malam tidak pernah benar-benar tidur
aku tidur bukan karena lelah. aku tidur karena… entahlah. siang hari terasa berat, bahkan untuk sekadar membuka mata. tubuhku masih di sini, tapi rasanya seperti cuma numpang lewat. aku menyelesaikan hari-hari seperti menghapus catatan: tanpa makna, tanpa bekas.
malam datang dan aku justru terjaga. ada ketenangan di sunyi yang tidak mengharuskan aku jadi siapa-siapa. aku bisa diam tanpa perlu menjawab. bisa ada, tanpa harus utuh.
dulu aku punya kebiasaan, hal kecil yang membuat aku merasa hidup. sekarang, aku bahkan tak tahu… aku ini sedang hidup, bertahan, atau hanya mengambang.
aku kehilangan sesuatu—bukan barang, bukan orang. aku kehilangan versi diriku yang dulu tahu kenapa harus bangun pagi, yang dulu tahu mau ke mana, yang dulu masih percaya pada hari esok.
sekarang aku hanya menunggu waktu berlalu, dengan napas yang masih berjalan entah karena apa. aku tidak marah, tidak menangis. tapi juga tidak baik-baik saja.aku tersenyum di hadapan orang, padahal rasanya seperti membungkus kehampaan dengan plastik bening. semuanya terlihat, tapi tak pernah benar-benar dimengerti.
aku tidak tahu aku sedang menunggu apa. atau apakah aku masih menunggu sesuatu. yang kutahu, aku masih di sini. dan kadang, hanya itu yang bisa kulakukan — ada, tapi kosong.

Komentar
Posting Komentar